Belajar Menggapai Kesuksesan dari Daur Hidup Kupu-Kupu

Kalau berbicara tentang kupu-kupu, pastilah kita akan membayangkan sosok sempurna berwarna-warni dan meliuk-liuk indah di taman. Bukan rahasia lagi kalau kupu-kupu memiliki daur hidup yang cukup berliku untuk kemudian menjadi makhluk cantik nan sempurna.
Dari telur kupu-kupu, ia menetas menjadi makhluk kecil menjijikkan nan rakus bernama ulat. Dia menyerang tanaman, menghabiskan hampir seluruh bagian tanaman tanpa peduli apapun. Keberadaannya seringkali membuat anak atau orang dewasa merasa jijik dan takut, sehingga tak heran kalau sebagian orang lebih suka mencampakkan atau membunuh hewan melata ini. (Belajar Ikhtiar dari sepotong roti)
Setelah matang menjalani kehidupannya sebagai hewan menjijikkan, ulat-ulat itu menjalani masa pertapaan sebagai kepompong. Dia memilih tempat yang tersembunyi nan jauh dari keramaian. Disitulah dia mulai berdiam diri, meninggalkan segala sifat buruk yang selama ini menempel pada dirinya. Dalam pertapaannya, dia tak lagi peduli terik mentari yang menempa tubuhnya atau dinginnya malam yang menusuk tubuhnya. bahkan dia tak lagi peduli walau hujan badai menerpa tubuhnya. Dengan segala keterbatasannya, dia terus berupaya merajut mimpinya dalam persemedian untuk merubah dirinya menjadi sosok yang sempurna. (Belajar dari Pohon Pisang)
Kesungguhannya dalam berikhtiar membuahkan hasil. Beberapa waktu kemudian, Kepompong mulai berubah menjadi kupu-kupu yang cantik jelita. Seluruh mata tertuju pada kesempurnaan raganya. Sosok-sosok yang tadinya merasa jijik dan menjauhinya, justru berlarian mengejarnya dan ingin bermain bersamanya. Dengan sayap indahnya, dia terbang menghisap sari-sari bunga dan mulai menebarkan telurnya di sela-sela dedaunan untuk melanjutkan kehidupan penerusnya. Dan, senyum tulus penuh syukurpun mengembang dari bibir kupu-kupu yang cantik jelita.

Pelajaran hidup yang bisa dipetik dari kisah diatas adalah :

Untuk menjadi cantik sempurna, ulat yang menjijikkan harus melewati tahap-tahap kehidupan secara berurutan tanpa ada satupun tahap yang terlompati. Yach, tidak akan ada seekor kupu-kupu yang langsung menetas dari sebutir telur dan tidak ada kupu-kupu cantik sebelum ia menjalani daur hidup sebagai hewan rakus nan menjijikkan bernama ulat. Dan demi mewujudkan kesempurnaan raganya, dia harus rela menjalani pertapaannya selama beberapa waktu lamanya. Bukan hal yang mudah, karena dia tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tapi juga menahan tempaan cuaca yang tidak menentu.
Begitupun dalam kehidupan kita, semua orang bisa saja menjadi sosok yang sempurna meskipun awalnya dia hanyalah seorang yang hina dina. Asalkan, dia ikhlas dalam menapaki tangga-tangga kesempurnaan, yakni dengan menanggalkan segala keburukan dan bersungguh-sungguh menyongsong kehidupan yang lebih baik. Maka impian menjadi sosok sempurna bukanlah hal yang sulit diwujudkan.
Untuk menjadi kupu-kupu yang cantik, dia relakan dirinya menjalani nasibnya sebagai ulat menjijikkan nan rakus yang seringkali mendapat penghinaan dan dipandang sebelah mata. Begitupun Anda yang harus ikhlas ketika tidak ada yang peduli, menghargai, dan menolong. Yang harus dilakukan adalah tetap optimis melangkah dan terus melangkah menyongsong tujuan akhir perjalanan hidup ini.
Ingat! tidak ada cara instan untuk menjadi pribadi yang indah dan mempesona layaknya “kupu-kupu”. Demi menjadi lebih baik, kita harus kuat dan sabar melawan cobaan hidup, kesendirian dan ketidak berdayaan.

Loading...
Previous
Next Post »
loading...