Inilah Sosok Kapten Irianto, Pilot Pesawat Air Asia QZ 8501

Pesawat Air Asia QZ 8501 dengan rute Surabaya-Singapura hilang kontak sejak kemarin pagi (28/12). Hingga kini, pesawat masih terus dilacak keberadaannya. Menurut keterangan, pesawat tersebut terakhir kali terlacak pada pukul 06.17 WIB dan hilang dari radar pos pemantau Jakarta pukul 06.18 WIB.
Kapten Irianto merupakan ayah dari dua orang anak, pertama Angela Anggi Ranastianis, 22 tahun dan yang kedua putra, Arya Galih Gegana. Kapten Irianto sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua orangtua Kapten Irianto merupakan warga Maguwoharjo, Sleman. (baca juga ; Firasat Buruk salah satu keluarga penumpang Air Asia)

Sang Istri Terus Mengurung Diri

Sejak mendengar kabar hilangnya pesawat yang diterbangkan oleh suaminya, Kapten Irianto, Ida, sang istri hanya mengurung diri di kamar. Beberapa ibu tetangga dekat berusaha menenangkan sang istri pilot Pesawat Air Asia yang hingga kini masih belum ada kabarnya. Sementara itu, pada minggu malam (28/12), beberapa tetangga dan kerabat menggelar doa bersama untuk keselamatan Kapten Pilot Irianto dan penumpang AirAsia QZ8501.

Pilot dengan Jam Terbang Tinggi

Kapten Irianto, merupakan pilot pesawat nahas yang hilang kontak sejak minggu pagi (28/12). Menurut keterangan pihak AirAsia, Kapten Pilot Iriyanto merupakan pilot  yang sangat berpengalaman.
Kapten Irianto mempunyai jam terbang total 20.537 jam terbang dan 6.053 jam terbang dengan AirAsia Indonesia. Sementara first officer memiliki 2.247 jam terbang," ujar pihak AirAsia dalam pernyataan pers kemarin.
Menurut keterangan salah satu keluarga, sebelumnya sang Kapten merupakan mantan pilot TNI AU yang pernah menerbangkan jet tempur F 16.
"Om Iriyanto adalah mantan penerbang TNI AU yang pensiun dini. Dulu dia menerbangkan pesawat F 16," ujar keponakan Iriyanto bernama Doni kepada detikcom, Minggu (28/12/2014).
Doni yang Istrinya merupakan kerabat Iriyanto menceritakan bahwa Iriyanto pernah menjadi pilot TNI AU yang bertugas di skuadron di Bandara Iswahyudi, Jawa Timur. Iriyanto lantas mengajukan pensiun dini dan menjadi pilot pesawat komersial. (Ternyata, ada 10 penumpang Air Asia yang Selamat)

Pilot AirAsia Sempat Melayat Adiknya ke Yogya

Diceritakan Aulia Sari, salah satu keponakan Kapten Irianti, seminggu sebelum membawa pesawat nahas tersebut, Kapten Irianto pergi ke Yogya untuk melayat adiknya yang meninggal dunia.
Aulia mengaku cukup baik mengenal pakde-nya tersebut. Menurutnya, jika tidak terbang, Irianto melakukan touring bersama komunitas motor gede. “Pakde tuh orangnya ramah dan suka bercanda," ujar Aulia.
(Sumber : Merdeka.com, beritasatu.com, viva.com, detik.com)

Loading...
Previous
Next Post »
loading...