Ternyata, Sinyal "Handphone" Salah Satu Penumpang AirAsia Menjadi Petunjuk Temukan Lokasi

Salah satu faktor yang mempercepat temuan lokasi jatuhnya pesawat Air Asia adalah adanya sinyal handphone salah satu penumpang Air Asia yang tertangkap oleh BTS (base transciever station). Menurut keterangan Sutarman, setelah menangkap sinyal handphone penumpang, Polri langsung mengerahkan kapal untuk pencarian ke titik koordinat sinyal itu terdeteksi.
Setelah diketahui temuan tersebut, Sutarman berinisiatif meminta semua nomor handphone penumpang pesawat naas tersebut. Menurut keterangan Kapolri, ada kemungkinan beberapa penumpang lupa mematikan handphonenya, sehingga sinyalnya bisa terlacak oleh BTS.
Dari hasil pencarian, Tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga jenazah yang mengapung di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Ketiganya diduga merupakan penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak pada Minggu (28/12/2014) pagi. Ketiga jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh lengkap, meski demikian tim pencari masih belum bisa memastikan identitas ketiga jenazah tersebut. Hingga saat ini, petugas masih berupaya melakukan pencarian korban, baik yang mengambang di laut maupun yang tenggelam di laut.

Larangan dan Bahaya Menyalakan Handphone dalam Pesawat

Ketika berada dalam pesawat, ada larangan bagi penumpang untuk tidak mengaktifkan handphone, khususnya pada saat pesawat take-off maupun persiapan landing. Semua tentu bukan tanpa alasan, karena gangguan akibat sinyal handphone terhadap sinyal komunikasi pesawat akan berpengaruh pada jalannya penerbangan. Berikut ini beberapa bentuk gangguan yang mungkin terjadi akibat gangguan sinyal handphone terhadap sinyal komunikasi pesawat :
•    Arah terbang melenceng
•    Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu
•    Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar,
•    Gangguan sistem navigasi
•    Gangguan frekuensi komunikasi
•    Gangguan indikator bahan bakar
•    Gangguan sistem kemudi otomatis
Apapun yang terjadi, mencegah tetap lebih baik dari mengobati. Jadi, meskipun peluang kecelakaan akibat sinyal ponsel bisa dibilang cukup kecil. Akan tetapi, apa salahnya kalau kita berusaha meminimalisir gangguan dengan mematikan handphone pada saat di dalam pesawat.
(Sumber : kompas.com, http://www.anehdidunia.com)

Loading...
Previous
Next Post »
loading...