Kehebatan Awan Cumulonimbus di Dalam Al Quran

Pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang sudah mulai ditemukan. Terdapat beberapa analisis tentang penyebab jatuhnya pesawat yang ditemukan di Perairan Pangkalan Bun, salah satunya adalah akibat pesawat menabrak atau terjebak awan cumulonimbus.
Menurut Wikipedia, awan cumulonimbus merupakan awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara berkelompok, atau di sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini menciptakan petir melalui jantung awan. (Baca : Subhanallah, Al Quran sudah Menjelaskan Kehebatan Awan Cumulonimbus)
Awan cumulonimbus ini sangat ditakuti oleh semua pilot karena kedahsyatannya.  Disebutkan oleh Pakar uji terbang dari FlightFocus Setyo Soekarsono, bahwa pesawat tak akan mampu bertahan di dalam pusaran awan cumulonimbus yang sangat dingin dan bermuatan petir. Pesawat yang terjebak awan cumulonimbus bisa dipastikan akan kehilangan ketinggian dengan sangat cepat. Bahkan dia juga mengibaratkan pesawat yang terjebak di dalam awan cumulonimbus layaknya kertas yang diombang-ambing angin.
Informasi tentang jenis awan yang super dahsyat ini baru diketahui pada abad modern, padahal dalam Al Quran sudah disebutkan, sebagaimana tercantum dalam  QS. An Nuur : 43)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
 “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan,” (QS An-Nuur : 43).
Subhanallah, Al Quran yang turun sudah berabad-abad lamanya sebelum peristiwa ini berlangsung justru sudah menggambarkan tentang bahaya Awan yang paling ditakuti para pilot.
(salamonline.com)

Loading...
Previous
Next Post »
loading...