Loading...

Larangan Mengusir Anak-Anak Kecil dari Masjid

Cinta Putih Zahraa - Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika melihat anak-anak kecil yang ikut orang tuanya shalat ke masjid? Mungkin tidak semua dari Anda merasa senang, bahkan tak jarang pula ada sebagian orang yang menghardik anak-anak, karena dianggap hanya mengganggu  kekhusyukan orang shalat saja. Memang tidak sepenuhnya salah, karena kenyataannya ada banyak risiko yang mungkin dialami orang tua yang membawa anak kecil  ke dalam masjid, misalnya : menangis, berteriak-teriak, mengompol, atau aktivitas lainnya. Meski begitu, melabeli anak-anak sebagai pembuat ribut didalam masjid dan penyebab orang tidak khusyu tidaklah bijak.  Lebih tidak bijak lagi jika ada orang tua yang menghardik, mengancam, atau melarang anak-anak kecil ke masjid.
Mengajarkan anak mencintai masjid sejak dini sangatlah penting. Namun bagaimana bisa mencintai, kalau kenyataannya di masjid banyak orang dewasa yang menjadi “hantu” bagi anak-anak? Sungguh, hal ini sangat bertentangan dengan ajaran islam yang sangat mencintai anak-anak dan sebagai agama yang ramah dengan anak-anak. Bahkan Rasulullah sendiri sudah memberikan yang teladan baik tentang bagaimana bersikap pada anak-anak, diantaranya :
Abu Qatadah ra mengatakan: “Saya melihat Rasulullah saw memikul cucu perempuannya yang bernama Umamah putrinya Zainab di pundaknya, apabila beliau shalat maka pada saat rukuk Rasulullah meletakkan Umamah di lantai dan apabila sudah kembali berdiri dari sujud maka Rasulullah kembali memikul Umamah.” (HR. Bukhari & Muslim)
Abi Qatadah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Aku sedang mengerjakan shalat dan mau memperpanjangnya, namun aku mendengar tangis anak kecil. Lalu, aku ringkas (ringankan) shalatku, karena aku tidak senang untuk menyusahkan ibunya.” (HR. Bukhari)
Rasulullah berkata, “Kalau sedang shalat, terkadang saya ingin shalatnya agak panjangan, tapi kalau sudah mendengarkan tangis anak kecil -yang dibawa ibunya ke masjid- maka sayapun menyingkat shalat saya, karena saya tau betapa ibunya tidak enak hati dengan tangisan anaknya itu.” (HR: Bukhari Dan Muslim)
 “Rasulullah saw shalat bersama sahabatnya, lalu beliau sujud. Ketika itu datanglah Hasan yang tertarik melihat Rasulullah saw sedang sujud, lalu naiklah Hasan ke punggung Rasulullah SAW yang mulia saat beliau sedang sujud. Rasul memanjangkan sujudnya agar tidak menyakiti Hasan. Usai shalat, ia meminta maaf kepada jamaah shalat dan mengatakan, “anakku tadi naik ke punggungku lalu aku khawatir bila aku bangun dan menyakitinya. Maka aku menunggu sampai ia turun.” (HR. An Nasai)
Dari Abû Qatâdah radhiyallâhu’anhu, dia berkata: “Aku melihat Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam mengimami shalat, sedangkan Umâmah bintu Abil ‘Ash, putri Zainab putri Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, berada di atas pundak beliau. Jika beliau rukû’, beliau meletakkannya, dan jika bangkit dari sujud beliau mengulanginya (yakni menaruh cucunya di pundaknya lagi-red)”.[HR. Bukhâri, no. 516; Muslim, no. 543, dan ini lafazh imam Muslim]
Bahkan ketika mendapati anak kecil sedang pipis di masjid, Rasulullah justru menanggapinya dengan penuh kelembutan dan bukan cacian atau teriakan. Hal ini diceritakan dalam hadits, yang artinya:
 “Biarkanlah badui itu, nanti jika pipisnya sudah selesai mohon cuci dan siram kencingnya itu dengan air. Kalian -umat islam- ini  diutus bukan untuk bikin repot, melainkan untuk mempermudah.” (HR: Bukhari & Muslim)
Hadits-hadits yang disebutkan diatas menunjukkan bahwa dibolehkannya membawa bayi/anak dalam shalat berjama’ah di masjid. Meski Tidak dilarang membawa anak-anak ke masjid, namun sebaiknya para orang tua juga memperhatikan keamanan anak-anak, misalnya : memakaikan diapers agar tidak pipis/PUP, berikan pengertian pada anak, dan lainnya. Jadi, tidak hanya orang tua yang merasa nyaman, tapi jamaah lainnya juga tidak merasa terganggu. Wallahualam, semoga bermanfaat.

Baca Artikel Keren Lainnya
Ada Apa Dengan Adegan Ciuman?
Jangan Pernah Iri dengan Rejeki Orang, Apalagi Sampai….
Anak Tidak Mirip Orang Tuanya? Begini Penjelasan Rasulullah
Begini Cara Mengenal Calon Suami/Istri Tanpa Pacaran
6 Tips Cerdas Agar Kaya Setelah Menikah

Loading...
Previous
Next Post »
loading...