Loading...

Ibu Rumah Tangga Dapat Gaji Dollar dari Rumah? Kenapa Tidak!

Sharing di Group Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) pada Jumát tanggal 28 Oktober 2016

Assalamu'alaikum Ibu-Ibu atau Mbak-Mbak yang Keren
Pagi ini, saya mendapat amanah dari Teteh Indari Mastuti untuk sharing di Grup Ibu-Ibu Doyan Nulis yang menjadi tempat istimewa, dimana saya yang awalnya hanya ibu rumah tangga biasa sampai sekarang sich tetap menjadi ibu rumah tangga he he he... Berhubung pekerjaan rumah saya sudah selesai lebih awal, maka saya mulai dari sekarang yaa, sambil nyambi momong anak nih...

Nah, sebelum mulai ngobrolnya, kita kenalan dulu yuk...

Nama saya Ayunin, ibu rumah tangga biasa yang ingin bermanfaat buat siapa saja, terutama keluarga tercinta. Menjadi anggota di Group IIDN kalau nggak salah mulai tahun 2010. Tidak pernah kenal dunia menulis, bahkan tidak ada mimpi untuk menjadi penulis. Tapi Alhamdulillah setelah gabung di IIDN, saya jadi kenal dengan profesi baru, yakni menulis. Saya terus belajar menulis apa saja, hingga alhamdulilah hasilnya beberapa tulisan saya banyak menghiasi media, di pajang di rak toko buku keren, dan kini saya bisa mendapatkan penghasilan sendiri dari rumah dan dari banyak sumber berkat MENULIS.

Darimana saya mengenal group kece ini?

Kehilangan putri tercinta membuat saya merasa sedih, kesepian dan pastinya galau sepanjang hari. Tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan, akhirnya sayapun mencoba menghibur diri dengan kesibukan berinternet. Tanpa sengaja saya melihat profil Teteh Indari Mastuti di Nova online, dimana beliau menceritakan tentang group IIDN di facebook. Entah apa yang saya rasakan saat itu, yang jelas ada kekuatan yang membuat saya ingin bangkit dan mengakhiri keterpurukan pada saat itu. Saya yang saat itu tidak mengenal apa itu facebook dan tidak memilikinya, langsung meminta suami untuk membuatkan facebook. Bukannya dibuatkan, tapi dia justru meminta saya menggunakan facebooknya. Ya sudahlah, sayapun mencari dan akhirnya berhasil menemukan group IIDN. Ada setitik harapan membuncah dalam dada, manakala membaca cerita teman-teman di grup ini. Selama beberapa bulan saya hanya menyimak, karena memang saya tidak memiliki keahlian apapun di bidang menulis.

Kejutan yang menjadi Cambuk buat saya

Dulu, di IIDN seringkali diadakan lomba menulis yang kemudian dibukukan menjadi buku antologi. Iseng-iseng saya ikut mengirim tulisan saya dan Alhamdulillah 2 judul tulisan saya masuk dan mendapatkan uang 200 ribu dan dibukukan menjadi buku antologi. Masya Allah banget, gimana tidak bangga dan bahagia bisa menghasilkan uang dari tangan dan usaha saya sendiri. Setelah moment tersebut, saya merasa bersemangat sekali untuk mengikuti lomba-lomba menulis. Hasilnya, tentu tak selalu manis karena berkali-kali juga saya mengalami kegagalan. Tapi saya tetap optimis, bahkan saking optimisnya saya minta doa pada suami saya, “doakan saya ya, semoga bisa mendapatkan banyak uang dari menulis”. (Masih matre kelas kakap, maklum emak-emak dapat duit sendiri untuk pertama kali setelah menikah he he he). Meski terlihat tidak yakin, namun suami saya tetap mengaminkan doa saya. Dan Alhamdulillah, pada masa tersebut, tulisan saya berhasil masuk di beberapa buku antologi (lupa berapa banyak).

Dijebloskan di Group Khusus (Agency Naskah Indiscript)

Setelah berapa lama, saya mulai mengembangkan kemampuan saja dengan menjajal nulis artikel untuk majalah atau Koran. Alhamdulillah beberapa kali nama saya berhasil menghiasi media dengan artikel, kisah humor, maupun cerpen anak. Hal itulah mungkin yang membuat saya dijebloskan oleh teman senior saya, Mbak Dewi Rieka ke group khusus milik Teteh Indari. Disitu saya menjadi lebih focus dan semangat belajar lagi hingga akhirnya beberapa buku solo saya terbit.

Menjadi penulis artikel karena sibuk

Memiliki tiga anak yang masih kecil membuat saya sulit untuk membagi waktu menulis. Tapi saya tidak berputus asa, kesibukan tidak boleh menjadi penghalang impian saya. Tekat saya sudha bulan, bahwa apapun yang terjadi saya harus tetap menulis. Akhirnya saya memilih bangun lebih dini, yakni jam 3 dini hari disaat anak-anak masih lelap tidur. Saat itu saya bergabung di beberapa agency untuk menulis artikel dengan bayaran yang lumayan (kalau istilah emak bloger sekarang sich, RECEHAN). Meski berkali-kali dikritik teman-teman, kok mau sich dapat bayaran segitu? Tapi saya tetap aja menulis, karena buat saya bukan penting uangnya tapi pengalamanlah yang jauh lebih penting. Menulis artikel hampir ribuan membuat saya banyak belajar, banyak membaca, lebih pintar memanage waktu, lebih pintar mengolah tulisan, dan bonusnya dapat duit yang bisa dibuat nyenengin anak.

Bagaimana akhirnya saya bisa Ngeblog?

Saya tidak kenal blog dan awalnya tidak pernah tertarik untuk ngeblog. Tapi karena waktu itu ada banyak event menulis blog, akhirnya sayapun membuat blog. Isi blog saya saat itu benar-benar hanya tulisan yang diikutkan lomba, info-info lomba, atau sekedar curhatan biasa. Beberapa kali menang lomba via blog membuat saya semangat mengikuti lomba-lomba. Tapi setelah jarang menang, akhirnya saya tinggalkan blog saya dan sayapun tak berniat ngeblog lagi. Suatu hari ada teman saya yang semangat ngeblog dan di ACC google adsense. Sayapun kepo, apa itu adsense dan bagaimana bisa di ACC adsense? Setelah baca-baca dan tanya-tanya, akhirnya sayapun membangunkan kembali blog yang sudah dua tahun mati suri.
Berbekal kemampuan saya menulis artikel, akhirnya hanya butuh satu bulan saja untuk optimasi blog dan alhamdulillahnya lagi hanya butuh waktu seminggu untuk saya bisa di ACC Google adsense. Setelah itu, saya semakin semangat menulis apaa saja yang bermanfaat di blog saya.

Bagaimana bisa mendapatkan penghasilan dolar dari blog?

Saya sendiri tidak pernah mengira kalau ternyata dari blog yang sederhana tersebut saya bisa mendapatkan dolar setiap bulannya. Bangga dan bahagia sudah jelas, seorang ibu rumah tangga bisa dapat gaji dolar meski tidak keluar negeri, tapi hanya di rumah. Tanpa seragam, tanpa make up, tetap bisa main sama anak, tetap bisa masak, ngepel, nyuci, bahkan kalau kerja seringkali pakai daster atau sarung (hihihi.. karena nyaman banget).
Awalnya nggak mudah dan sayapun sempat ingin mundur, karena ternyata dapat dollar dari adsense tak semudah yang dibayangkan. Empat bulan lamanya saya menulis, namun untuk dapat 100 dolar sangat susah (dollar dari adsense baru bisa dicairkan setelah $100). Tepat di bulan yang kelima, saya sungguh bahagia karena penantian itu tiba, saya dapat gaji pertama dari blog. Setelah itu, Alhamdulillah tidak harus menunggu lagi, karena setiap bulan saya bisa gajian dari Google adsense. Bahkan sekarang ini ada perusahaan periklanan dari mana ya (entahlah yang jelas dari luar negeri he he he), dia menawarkan kerjasama juga dengan 2 blog saja. Lumayan banget, dech, selain dapat dolar dari adsense, saya juga dapat dollar dari perusahaan periklanan tersebut. Mungkin nggak besar hasilnya, tapi untuk saya yang hanya tinggal di rumah, gaji tetap setiap bulan tersebut sungguh sangat berarti.

Tips-Tips Agar Bisa dapat Dollar dari Menulis

Nah, jika ibu-ibu keren disini ingin juga mendapatkan penghasilan dari rumah kaya saya, ada beberapa tips nih.. semoga bermanfaat yaa :

• Semangat belajar menulis

Semangat belajar menulis apa saja, nggak usah pilih-pilih dech mau itu artikel, cerpen anak, atau yang lainnya

• Perbanyak membaca

Banyak membaca apa saja, baik buku, artikel, majalah, atau membaca pengalaman orang-orang yang ada di sekeliling kita

• Pahami, bakat kita dimana?

Setelah banyak membaca dan belajar menulis, Anda pasti bisa memahami bakat dan minat Anda ada dimana? Lalu kembangkan!

• Action

Seperti kata Teteh Indari, kalau mau berhasil ya harus banyak ACTION. Jangan takut gagal dan jangan mudah MUNDUR ketika hasilnya belum maksimal. Karena kita tidak tahu dari mana Allah alirkan rejeki kita. Seperti contohnya saya sendiri, saya pernah meninggalkan Blog saya hanya karena jarang menang lomba, tapi Allah justru berkata lain karena dari Blog yang pernah saya tinggalkan dan anggurkan selama 2 tahun justru mendatangkan rejeki tetap setiap bulannya.

• Tulislah semua hal yang bermanfaat

Tuliskan apa saja yang Anda bisa dan bermanfaat bagi semua orang. Ketika tulisan kita bermanfaat, pastilah pembaca akan datang meski tanpa diundang.

• Jangan mengharap hasil instan

Semua yang instan itu memang enak. Tapi apakah sehat? Begitupun dengan menulis yang prosesnya tentu tidak bisa instan. Untuk bisa mendapatkan hasil dari menulis, kita musti berlelah-lelah dulu, lelah belajar, lelah menulis, lelah berpikir, lelah Action, dan pastinya harus juga berlelah menunggu hasilnya. Kalau bisa cepat Alhamdulillah, kalau musti menunggu ya harus sabar dan nikmatilah prosesnya dengan ikhlas.

• Banyak berdoa

Doa yang mampu mengubah segalanya, karenanya jangan pernah malas untuk berdoa. Mintalah apa saja yang Anda mau saat berdoa, tidak perlu malu apalagi gengsi. Jangan lupa juga minta doa dan restu suami, karena itulah kunci keberkahan dari semua yang Anda jalani.
Okey dech, cukup sampai disini ya sharingnya. Jika ada kurang dan khilafnya, saya mohon maaf. Monggo yang pengen bertanya, saya akan jawab semampunya. Jangan marah kalau slow respon ya, maklum emak rempong nih…. Selamat berkarya dan tetap semangat yaa!

Loading...
Previous
Next Post »
loading...