Loading...

Waspadai Tujuh Bahaya Wanita yang Hobi Berutang

Kebiasaan hutang saat ini sudah menjamur di masyarakat, bahkan pelakunya tidak hanya kaum lelaki tapi wanita juga mulai hobi berhutang demi memuaskan nafsunya. Bisa kita lihat, betapa laris manisnya barang-barang yang dijual secara kredit, dari mulai daster, alat dapur, make up, tas, dan lainnya. Hutang memang membantu dan melegakan kita beberapa saat, namun amatlah menyesakkan ketika tiba waktunya membayar namun uangnya tidak ada di tangan. Lebih menyesakkan lagi ketika hutang yang dilakukan tanpa sepengetahuan suami. Meski kecil, kebiasaan berhutang pada wanita sangatlah berbahaya karena berisiko membuat hidupnya terjerat pada kesulitan yang tak berkesudahan.

Namun sayangnya tidak banyak yang sadar bahwa ada banyak bahaya yang ditimbulkan akibat wanita yang hobi berhutang. Padahal akibatnya sngatlah fatal, bahkan ada yang sampai merusak kebahagiaan rumah tangga. Nah, agar kita lebih waspada lagi, sebaiknya simak bahayanya berikut ini :

1.    Hidup jadi tidak tenang

Hutang, baik sedikit maupun banyak pasti akan menyebabkan hidup tidak tenang dan was-was. Ketika hidup kita tidak tenang, secara otomatis kita akan sulit focus dalam mengerjakan pekerjaan.

2.    Stres

Hutang memang terasa manis diawal atau saat kita menerima, tapi akan menjadi pahit ketika jatuh tempo pembayaran. Alasan inilah yang membuat wanita tukang berhutang jadi sering stress ketika waktunya membayar hutang.

3.    Merendahkan harga diri keluarga, terutama suami

Wanita hobi berhutang umumnya akan merasa kurang mencintai dan menghargai suaminya. Bagaimana tidak, ketika ia berhutang, maka orang yang dihutangi pasti berpikir “eh, ini wanita kok suka ngutang, pasti suaminya tidak memberi uang belanja yang cukup,” atau “kasian sekali ya ibu ini, gara-gara suaminya miskin, dia jadi ngutang sana-ngutang sini”. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian, bisa jadi suaminya sudah cukup memberi uang belanja, hanya saja wanita tersebut yang terlalu boros dan suka foya-foya.

4.    Hidupnya akan gali lubang tutup lobang

Hutang membuat apa yang menjadi hak Anda bulan ini menjadi berkurang karena digunakan untuk membayar hutang. Bisa dibayangkan jika jatah kita berkurang, otomatis akan membuka peluang untuk berhutang lagi. Akhirnya yang ada justru “gali lobang tutup lobang yang tak kunjung usai.”Untuk mengatasinya, pastikan hentikan rantai hutang dengan cara berhemat dan buang jauh-jauh gaya hidup boros.

5.    Suka berbohong

Waktu jatuh tempo membayar hutang terasa cepat sekali dan itu seringkali membuat wanita yang hobi berhutang menjadi kelabakan. Walhasil berbagai kebohongan dikemukakan demi bisa mengelak atau menunda bayar utang. Padahal kebohongan sekali akan diikuti dnegan beberapa kebohongan yang lebih besar lagi.

6.    Menjadi lebih egois

Wanita yang hoby berhutang umumnya akan mmeiliki sifat egois, misalnya : ketika ingin membeli barang impiannya, sementara ia tidak pegang uang, maka dengan mudahnya akan berhutang kepada siapa saja demi memuaskan nafsu belanjanya. Bahkan wanita semacam ini tak lagi peduli bahwa ada kebutuhan lainnya yang jauh lebih penting, yang penting baginya adalah keinginannya harus terpenuhi meski dengan cara hutang.

7.    Rumah tangganya berantakan

Tipe wanita suka berhutang ini umumnya mudah meremehkan jumlah hutangnya. Akibatnya, mereka berani berhutang tanpa sepengetahuan suaminya. Kebiasaan meremehkan tersebut akhirnya membuat hutang semakin menumpuk dan tak mampu lagi ditanggungnya. Walhasil, bangkai yang awalnya tertutup rapat akhirnya akan tercium juga. Jika suaminya mau bertanggung jawab dan memaafkan sich tidak apa-apa, tapi kenyataannya ada banyak rumh tangga yang justru berantakan gara-gara suaminya tidak memaafkan kebohongan istrinya.
 Dengan memahami bahaya wanita yang hobi berhutang diatas, pastinya kita akan lebih waspada lagi dan tidak mudah memutuskan, terutama memutuskan untuk berhutang. Ingat, hidup di dunia ini hanya sementara dan akhirat kita akan kekal. Janganlah membebani dirimu dengan urusan dunia apalagi membiarkan hutang menjerat hidupmu hingga kematian menjemput. Naudzubillah..


Loading...
Previous
Next Post »
loading...