Wajib Tahu! Ini Akibat Suka Berbangga dengan Harta yang Kau Miliki

CintaPutihZahraa - Siapa sich yang tidak bangga ketika dipuji, disanjung, dan dianggap “wow” oleh orang lain? Hampir semua orang pasti memiliki sifat suka berbangga pada apa yang ia miliki, dari mulai gadget yang mahal, rumah mewah, anak yang berprestasi, karier suami, kecantikannya, gaya hidupnya yang serba mewah dan lainnya. Rasa ingin diakui sebagai yang “ter” (terhebat, terbaik, dan ter-ter yang lain) membuat seseorang berusaha memamerkan apa saja yang berhasil dimiliki di dunia ini. Bahagia dengan rejeki yang sudah Allah Subhanallahu wa taala limpahkan pada kita tidaklah salah, tapi cara kita melampiaskan kebahagiaan itulah yang terkadang kurang tepat sehingga cenderung tersisip sifat sombong dan pamer. Padahal, apa sich arti dari semua benda yang kalian banggakan? Jika selama ini kita masih suka berbangga dengan harta dan segala kelebihan yang kita punya, sebaiknya renungi firman Allah berikut ini : Suka Curhat pada Suami Orang? Sebaiknya Baca yang Ini ya!
 Jangan bangga pada hartamu/web.fhjh.ntpc.edu.tw
 “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (1) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), (3) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (4) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (5) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (6) dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. (7) kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu) (8).” (QS. At Takatsur: 1-8)
Subhanallah, maukah kita dengan sifat buruk tersebut hingga masuk ke dalam kubur? Bersikap biasalah terhadap kelebihan yang kita punya, toh apa yang kita miliki di dunia tidak akan pernah kita bawa mati. Hanya tiga saja, ya.. cukup tiga hal saja yang akan setia menemani kita di alam kubur kelak, yakni :
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631) Ini Tanda-Tanda Temanmu Orang yang Bermuka Dua

Bahaya Sifat Saling berbangga dengan anak dan Harta

Suka berbangga adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia, namun apakah kita akan memelihara sifat tersebut atau kita berusaha menepisnya? Agar semakin paham, sebaiknya simak bahaya sifat saling berbangga dengan anak dan harta, berikut ini :

1.    Dikhawatirkan kita meninggal dalam keadaan sesat akibat sifat suka berbangga pada anak dan harta (terlalu cinta pada dunia hingga melalaikan akhirat)

Dari Qotadah, dari Muthorrif, dari ayahnya, ia berkata, “Aku pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat “أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ” (sungguh berbangga-bangga telah melalaikan kalian dari ketaatan), lantas beliau bersabda, “Manusia berkata, “Hartaku-hartaku.” Beliau bersabda, “Wahai manusia, apakah benar engkau memiliki harta? Bukankah yang engkau makan akan lenyap begitu saja? Bukankah pakaian yang engkau kenakan juga akan usang? Bukankah yang engkau sedekahkan akan berlalu begitu saja?” (HR. Muslim no. 2958) Ini Cara Menghadapi Orang yang Suka Adu Domba

2.    Selalu berada dalam kerugian, karena bukan harta yang menemanimu di alam kubur, tapi amalanmu

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Yang akan mengiringi mayit (hingga ke kubur) ada tiga. Yang dua akan kembali, sedangkan yang satu akan menemaninya. Yang mengiringinya tadi adalah keluarga, harta dan amalnya. Keluarga dan hartanya akan kembali. Sedangkan yang tetap menemani hanyalah amalnya.” (HR. Bukhari no. 6514 dan Muslim no. 2960)

3.    Suka pamer lebih dekat dengan sifat sombong

Sahabat Abdillah bin Mas’ud ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Seseorang yang di dalam hatinya masih terdapat rasa takabur walau hanya seberat biji sawi dia tidak akan berhak masuk sorga.” Kemudian ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, terus bagaimana halnya dengan seseorang yang suka memakai pakaian bagus dan sepatu bagus?” Jawab Rasulullah: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang bagus, dan cinta kepada segala kebagusan. Sedang yang dinamakan takabur adalah mengingkari kebenaran serta sombong terhadap sesama manusia.” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Benarkah Rumah Tusuk Sate Membawa Sial Bagi Penghuninya?

4.    Perintah untuk merendahkan diri

Sahabat Iyadh bin Hamar ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Allah swt telah memberikan wahyu kepadaku agar supaya kamu sekalian bersifat lawadhu’ (merenda-hkan diri), sehingga di antara sesama manusia tidak ada lagi saling hina menghina serta saling membanggakan diri.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).

5.    Dimasukkan ke dalam neraka

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Allah swt berfirman, bahwa kemuliaan adalah pakaian milik-Nya dan sifat takabur adalah hiasan milik-Nya. Karena itu barangsiapa meminjam pakaian dan perhiasan Allah, maka akan dimasukkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim).
Agar tidak ambisi pada dunia, ingat ini
Suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan nasehat kepada Abu Dzar. Abu Dzar berkata, “Kekasihku yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah tujuh perkara padaku, (di antaranya): (1) Beliau memerintahkanku agar mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkanku agar melihat orang yang berada di bawahku (dalam masalah harta dan dunia), juga supaya aku tidak memperhatikan orang yang berada di atasku. …” (HR. Ahmad, 5: 159)
Dan juga hadits ini :
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim no. 2963) Waspadai Tujuh Makanan yang Justru Memperparah Kanker

tags :  hadits tentang orang pamer, hadits tentang pamer ibadah, pamer harta di instagram, hadits tentang harta benda, kata bijak harta hanya titipan, hadits riya, contoh perbuatan riya dalam kehidupan sehari-hari, hukum pamer makanan

Loading...
Previous
Next Post »
loading...