Pernah Mencuri Atau Mengambil Hak Orang Lain? Ini Cara Bertaubat yang Benar

Cinta Putih Zahraa - Entah disengaja atau tidak, pernahkah Anda mencuri atau mengambil hak orang lain, baik itu teman, tetangga atau keluarga sendiri? Mencuri atau mengambil hak orang tanpa ijin adalah dosa, bahkan bisa dikategorikan dalam dosa besar. Akibat mengambil barang yang bukan hak kita, kelak kita akan menjadi orang yang bangkrut di akhirat, karena orang-orang yang tidak ikhlas tersebut kelak akan menuntut haknya di akhirat. Ketika kita tidak bisa mengembalikan hak tersebut, maka dengan amalanlah kita akan membayarnya atau jika amalan kita tidak cukup, maka kita akan mendapat limpahan dosa orang tersebut. Alasan itulah maka kita wajib menyelesaikan semua urusan tersebut di dunia, termasuk mengembalikan hak orang yang sudah kita ambil. Alasan itulah yang membuat kita wajib segera bertaubat dan mengembalikan semua hak orang lain yang sudah kita ambil. Ingin tahu bagaimana cara bertaubat yang bernar dari mencuri atau mengambil hak orang lain? Simak informasinya berikut ini : Inilah 2 Golongan yang Derajatnya Akan Diangkat Oleh Allah SWT
cara bertaubat dari mencuri/bogoronline.com

Bukti bahwa mencuri membuat kita sebagai orang yang bangrut di akhirat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada para shahabat, “Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut di antara umatku ini?” Mereka menjawab, “Orang yang bangkrut di kalangan kita adalah yang tidak memiliki dirham maupun kekayaan.” Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, pahala puasa, dan zakat. Akan tetapi dia juga mencela si fulan, menuduh si fulan, memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan memukul si fulan. Maka masing-masing kebaikan dibayarkan (untuk melunasi kezhalimannya). Jika kebaikannya telah habis sementara kezhaliman belum seluruhnya terbayar maka dosa orang yang dizhalimi akan ditimpakan kepadanya, lalu dia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522)Baca Surah Al Mulk Sebelum Tidur dan Dapatkan 5 Manfaat Dahsyatnya

Bagaimana jika uang hasil curian atau hasil korupsi disedekahkan?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram).” (HR. Muslim, no. 224). Masya Allah, Hanya dengan 1 Menit Kita Bisa Panen Pahala Bergunung-Gunung
Ghulul yang dimaksud dalam hadits diatas adalah harta yang berkaitan dengan hak orang lain seperti : harta hasil curian, korupsi, dan lainnya.
 Terdapat pula dalam hadits lainnya, yakni :
 “Tidaklah seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil kerjanya yang halal melainkan Allah akan mengambil sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya lalu Dia membesarkannya sebagaimana ia membesarkan anak kuda atau anak unta betinanya hingga sampai semisal gunung atau lebih besar dari itu.” (HR. Muslim, no. 1014).

Bagaimana cara bertaubat dari mencuri

Cara bertaubat yang benar adalah dengan meminta maaf kepada orang yang sudah kita curi atau ambil haknya beserta mengembalikan sejumlah barang yang kita ambil. Jadi, barang yang sudah kita ambil akan menjadi beban utang yang wajib dilunasi.

Bagaimana jika pemilik harta yang kita curi meninggal dunia?

Ketika pemilik harta yang kita curi sudah meninggal dunia, maka kita wajib mengembalikan kepada ahli warisnya. Tapi jika Anda kesulitan melacak keluarganya, maka bisa pula kita sedekahkan atas nama orang yang hartanya sudah kita curi.
Berat sekali risiko yang harus kita tanggung akibat perbuatan mengambil hak orang lain tanpa izin atau mencuri, oleh karena itu selayaknya kita wajib bertaubat dengan sungguh-sungguh agar kelak dosa tersebut tidak menjadi musuh yang membahayakan kita di akhirat. Semoga Allah hindarkan kita dari perbuatan dosa mencuri, korupsi dan mengambil hak orang lain.

Tags : bagaimana cara menghapus dosa mencuri, cara mengembalikan uang curian, dosa mencuri uang orang tua, cara mengembalikan harta curian, cara mengembalikan barang curian, cara menebus dosa zina dalam islam, cara membersihkan tubuh dari makanan haram, balasan mencuri di akhirat

Loading...
Previous
Next Post »
loading...