Anak SD Menjadi Pelanggan Bencong, Masih Bisa Tenangkah Para Orang Tua?

Beberapa bulan yang lalu, kita melihat Ibu Risma dengan berderai air mata menuturkan ada anak SD yang menjadi pelanggan PSK. Sebagai seorang ibu, betapa hati ini teriris dan sakit mendengar kenyataan tersebut. Kini, berita yang tak kalah mengejutkan muncul di Ciamis, yakni anak SD menjadi pelanggan bencong. Naudzubillah.. sungguh air mata ini berderai melihat berita-berita yang sangat memukul nuraniku sebagai seorang ibu. (Baca juga ; Anak SD Hamil, pertanda apakah ini?)
Ternyata, menurut keterangan Direktur LSM Wisma Deni Wahyu Jayadi yang tengah melakukan kegiatan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS di GOR Pelita Cigembor pada 27/1/2015 kemarin, mencatat setidaknya ada 1.440 orang laki-laki penyuka sesama jenis (gay). Yang mengejutkan lagi, 70% dari pelaku penyimpangan adalah kalangan usia sekolah dari mulai SLTP, SLTA, dan Mahasiswa yang usianya antara 15 hingga 24 tahun. (Sumber : Tribun Jabar)
Melihat perilaku anak-anak kita yang diluar kewajaran, apakah kita masih bisa diam? Apakah kita masih akan menganggap hal itu sebagai suatu yang wajar dan memakluminya? Hai para orang tua, belajarlah dari kisah umat Nabi Luth yang karena perbuatan keji dan munkarnya (gay) tersebut, Allah SWT menimpakan azab yang sangat dahsyat.
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim” (Q.S. Hud, 11:82-83).
Apa yang bisa kita lakukan untuk menghindarkan anak laki-laki kita, jagoan-jagoan kita dari perilaku yang dimurkai Allah tersebut? Kembalilah pada ajaran islam dalam mendidik anak, karena tidak ada pedoman yang sempurna dalam mendidik anak selain yang tertera dalam Al Quran dan Hadits, serta hindarkanlah jagoan-jagoan kita dari pengaruh buruk yang disebarkan oknum-oknum yang bertujuan melemahkan generasi islami, misalnya : acara televisi yang mengeksplore artis yang kebanci-bancian, (baca juga : Bahaya Televisi untuk anak) lagu-lagu galau, film-film yang merusak akidah, penggunaan gadget tanpa pengawasan, mengidolakan sosok yang tidak patut dijadikan idola, dan lain sebagainya.
Semoga anak-anak kita menjadi generasi islami yang tangguh dan siap membela dan menegakkan agamanya. Amin.. amin… YRA. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Loading...
Previous
Next Post »
loading...