Pelajaran Ikhlas dari Pohon Pisang

Kita semua pasti pernah melihat buah pisang, bukan? Namun tahukah Anda bahwa ada secuil kisah yang patut menjadi motivasi untuk kita semua.(Belajar Ikhtiar dari Sepotong roti)
Tanaman yang berbuah hanya sekali ini membutuhkan perjuangan yang luar biasa besar untuk bisa menghasilkan buah berkualitas dan kaya manfaat. Bayangkan saja, dia harus rela dipisahkan dari bunga kesayangannya hanya demi bisa fokus membesarkan buahnya. 
Tidak hanya itu saja, dia bahkan rela kepanasan dan kedinginan tanpa sehelai daun yang menutupi tubuhnya, padahal kalau dia mau, dia bisa saja memproduksi daun di tubuhnya. Tapi itu tidak dia lakukan. Sekali lagi, itu dilakukan hanya karena dia tidak ingin fokusnya dalam membesarkan buahnya harus terganggu tumbuhnya daun.
Berhari-hari lamanya, dia relakan tubuhnya menahan beban yang terus bertambah berat akibat buah yang terus membesar.
Penderitaan itu terus saja ditahannya hanya karena dia ingin melihat buahnya matang sempurna dan bermanfaat bagi makhluk lain.
Kebahagiaannya memuncak manakala menyaksikan semburat kekuningan muncul disela-sela buah yang kian bertambah berat. Namun itu tak bertahan lama, karena pohon pisang harus merelakan tubuhnya ditebang dan dipisahkan dari buah yang selama ini dia banggakan. Meski begitu, ada bahagia menyeruak manakala melihat senyum puas penikmat buah yang selama ini berhasil dia hasilkan.

Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah diatas adalah : tentang ketulusan untuk terus berbuat baik meskipun banyak hal yang harus kita korbankan untuk itu. Keikhlasan menanggung derita demi menebar manfaat bagi orang lain. Mungkin bukan hal mudah, namun alangkah sempurnanya jiwa kita jika bisa mengikuti ikhtiar pohon pisang diatas untuk mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain.


Loading...
Previous
Next Post »
loading...