Loading...

Bisnis Bisa Ditiru, Tapi Rejeki Tidak Akan Tertukar

Cinta Putih Zahraa - Ketika melihat orang lain sukses dalam bisnisnya, pastilah beberapa yang lain  ingin merasakan hal yang sama, misalnya dengan membuka bisnis yang sama di lokasi yang sama maupun berbeda. Harapannya tentulah agar bisa mereguk rejeki dan kesuksesan yang sama dengan pebisnis yang pertama atau setidaknya bisa lebih baik. Mendapati kenyataan tersebut, kira-kira apa yang Anda lakukan? Jika Anda dihadapkan dalam situasi tersebut, pastikan Anda tetap berpikir positif karena rejeki tak akan pernah tertukar. Sebaliknya, jangan pernah merasa rejeki Anda terancam atau tamat, hanya karena ada saingan. Apalagi sampai rela melakukan segala cara demi mengalahkan pesaing kita, misalnya : diskriminasi, sabotase, hingga tindak kekerasan lainnya.
Bisnis ditiru bukanlah masalah yang harus membuat Anda merasa pusing tujuh keliling, karena siapapun berhak memilih cara mendapatkan rejeki. Toh, Allah sendiri juga memerintahkan manusia untuk berusaha dalam memenuhi kebutuhannya di dunia melalui usaha-usaha yang baik.
Apabila shalat telah dilaksanakan maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah karunia Allah dan (seraya) ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kalian menjadi orang-orang beruntung.  (QS Al-Jum’ah [62]: 9-10)
Lalu, bagaimanakah kita menyikapi hal ini? Apakah orang tersebut kita anggap sebagai saingan yang harus dilemahkan karena dianggap telah merebut rejeki kita, membuat sebagian pelanggan kita lari? Ataukah kita harus bersikap baik sama dia, kompakan atau sahabatan sama dia? Ingat, rejeki sudah ada yang mengatur. Pekerjaan bisa saja ditiru, tapi rejeki tentulah tidak akan perpindah atau  direbut orang lain. Jadi tetaplah bersahabat sama orang tersebut, sambunglah tali silaturrahmi dengan tetanggamu, meskipun mereka menganggapmu sebagai saingannya.
Tapi bagaimana jika si pemain baru tersebut berulah, misalnya : banting harga, promo gratisan, atau melakukan cara-cara yang curang untuk menarik pelanggan Anda? Bersabarlah dengan ujian tersebut, mungkin sementara waktu, semuanya akan terasa sempit dan bagi Anda. Namun dengan mensyukuri apa yang ada dan meningkatkan kualitas serta keikhlasan Anda dalam melayani pelanggan, in sya Allah keberkahan akan selalu menghampiri.
Banyak kasus yang terjadi di sekitar kita. Usahanya sama, barang yang dijual juga sama, lokasi usaha berdekatan. Yang satu pemain lama, sedang yang satunya pemain baru. Namun anehnya, pemain lama tetap lebih ramai dibandingkan pemain baru. Padahal pemain baru  sudah melakukan usaha keras dari mulai promo gratis, bonus, hingga banting harga. Kesimpulannya, jangan pernah khawatir rejeki akan berpindah, direbut atau salah tempat. Rejeki sudah ada yang mengatur, dan rejeki masing-masing orang sudah ada takarannya.
Bisnis bisa ditiru, tapi rejeki? Oleh karena itu simak beberapa tips mengahadapi ujian saingan dalam berbisnis berikut ini :
  • Tingkatkan kualitas usaha Anda
  • Berikan pelayanan yang baik kepada konsumen
  • Ikhlas dengan ujian yang menimpa, misalnya : jangan mengeluh atau mengutuk Allah ketika usaha sepi, sebaliknya syukuri berapapun rejeki yang Anda terima
  •  Jangan mengkambinghitamkan seseorang atas perolehan rejeki Anda, karena sesungguhnya rejeki sudah ditetapkan oleh Allah
  • Banyak berdoa kepada Allah, karena doa dapat merubah takdir seseorang
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)
  • Sambung tali silaturrami, karena dapat melancarkan rejeki.
Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Hindari menganggap tetangga kita sebagai saingan apalagi musuh hanya karena bisnis
Sabda Rasulullah SAW : "Jauhilah kamu daripada sangkaan kerana ia sedusta-dusta bisikan hati, janganlah kamu mencari-cari kesalahan dan keaiban orang, janganlah kamu mendengar-dengar cerita orang, jangan kamu berlumba-lumba untuk menunjukkan kekuatan di antara satu sama lain, jangan kamu dengki-mendengki, benci-membenci, bermusuh-musuhan dan jadilah kamu semua hamba Allah yang bersaudara." (Hadis Riwayat Imam Malik, Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

Loading...
Previous
Next Post »
loading...