Pesan Rasulullah, Lihatlah Ke Bawah dalam Hal Materi dan Penghidupan

Salah satu pesan Rasulullah yang sangat penting dan wajib diingat adalah agar kita senantiasa melihat orang yang materi dan penghidupannya berada di bawah kita. Nasihat itu tentu bukan tanpa sebab, karena kebanyakan manusia pastilah memiliki sifat “Ingin terlihat kaya””Ingin terlihat WOW” di hadapan semua orang.  Dengan melihat ke bawah, diharapkan rasa syukur atas nikmat Allah akan tetap terpelihara dan lebih qanaah (merasa cukup atas pemberian Allah SWT dan tidak iri atas rejeki orang lain).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu. (HR. al-Bukhari (no. 6490)
Dalam hadits diatas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan jelas menyebutkan larangan bagi seorang Muslim untuk melihat kepada orang yang di atas (maksudnya : orang kaya, berkedudukan tinggi, banyak harta, memiliki rumah mewah, dan lain sebagainya). Justru memerintahkan  kita untuk melihat ke bawah (orang yang miskin, kesusahan, kurang harga, tidak punya rumah, dan lain-lain)
Tapi melihat ke atas kan  membuat kita lebih bersemangat, sedang melihat ke bawah hanya membuat kita tidak maju!
Mungkin beberapa orang bisa saja mengelak dan mencoba mencari pembenaran sendiri, tapi coba ingatlah kekhawatiran Rasulullah yang Beliau tuangkan dalam hadits ini :
Sabda Rasulullah Saw., “Demi Alloh, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah terlalu khawatir jika hati umatnya terpaut pada dunia dan berlomba-lomba untuk mengejarnya serta menjadikan dunia sebagai tolak ukur kemuliaan seseorang. Naudzubillah…
Jika hidup hanya sekedar mengejar kemuliaan dalam pandangan manusia, hanya ingin dianggap yang “Terkaya”,”Terkeren”, dan ter-ter yang lainnya, maka sesungguhnya itulah perbuatan yang sia-sia di hadapan Allah SWT.
Melihat ke bawah mendatangkan banyak manfaat lainnya, antara lain :

•    Bersyukur atas nikmat Allah

Menysukuri nikmat Allah tidak hanya wajib bagi muslim, tapi juga mendatangkan manfaat, diantaranya adalah mendapatkan tambahan nikmat dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

•    Lebih ringan bersedekah

Ketika melihat orang yang secara materi dan penghidupan berada di bawah kita, otomatis hati akan lebih tergerak untuk bersedekah.
Allah ta’ala berfirman, “Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rizki.” (QS. Saba’: 39)

•    Memiliki keinginan untuk membantu meringankan beban saudara

Ketika melihat orang yang berada jauh di bawah kita dalam hal materi dan penghidupan, pastilah akan timbul keinginan untuk meringankan bebannya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. (Muslim no. 2699)

•    Membuat kita lebih mencintai orang-orang miskin

Mencintai orang miskin merupakan wasiat pertama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tujukan untuk Abu Dzar. Kita harus berlaku tawadhu` kepada orang-orang miskin, duduk bersamanya, menolongnya, serta bersabar bersamanya. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berkumpul bersama orang-orang miskin, bahkan sampai Beliau berdo’a kepada Allah berikut :
Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama rombongan orang-orang miskin. (HR. Ibnu Majah no. 4126)
Kenapa Rasulullah berdoa demikian?
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratus tahun. (HR. at-Tirmidzi no. 2353, 2354)
Jika dalam masalah materi dan penghidupan, kita dianjurkan melihat ke bawah. Sebaliknya dalam masalah agama, meraih pahala, ketaatan, dan usaha mendekatkan diri kepada Allah SWT, kita dianjurkan untuk melihat orang-orang yang berada di atas, yakni : Rasul, Nabi, orang-orang shalih, para syuhada’, dan lain-lainnya. Hal itu bertujuan agar kita ikut bersemangat dalam melaksanakan kebaikan. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua.

Loading...
Previous
Next Post »
loading...