Anak Tidak Mirip Orang Tuanya? Begini Penjelasan Rasulullah

Cinta Putih Zahraa - Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika melihat ada anak yang tidak mirip sama sekali dengan kedua orang tuanya?  Kebanyakan orang yang tidak memahami ilmunya, pasti akan langsung berpikir buruk tentang keberadaan bentuk fisik anak tersebut, misalnya : jangan-jangan selingkuh, jangan-jangan tertukar, atau masih banyak pikiran buruk lainnya. Memang sich, umumnya, seorang anak akan memiliki kemiripan wajah maupun gaya dengan salah satu dari kedua orang tuanya.  Ada yang lebih cenderung mirip ibunya saja, ayahnya saja, atau bisa juga perpaduan antara keduanya.

Anak Tidak Mirip Orang Tuanya?
Hem, lalu apa yang harus dilakukan ketika kita menjumpai anak yang dari sisi wajah, gaya, warna kulit, dan rambutnya berbeda dengan kedua orang tuanya? Tetaplah berpikir positif, karena bisa jadi dia mirip dengan keluarga dari ayahnya, misalnya : paman atau kakeknya.  Dalam hal ini, pernah terjadi kasus di jaman Rasulullah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Bukhari, bahwa ada salah satu sahabat yang kulitnya putih, istrinya juga memiliki kulit putih. Setelah menikah, sang istri melahirkan anak yang kulitnya berwarna hitam legam. Lantas suami meragukan istrinya,
Kamu selingkuh ya!”tuduh suaminya.
Demi Allah, tidak ada yang menyentuh saya selain kamu,”jawab istrinya.
Ributlah dua orang ini hingga sampai kepada Rasulullah Saw. Lalu apa yang dilakukan oleh Rasulullah? Simak penjelasannya dlaam hadits yang artinya :
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, berkata “Seorang lelaki dari Bani Fazarah mendatangi Nabi Shallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata, ‘Istriku telah melahirkan anak yang berkulit hitam.’” Nabi berkata, “Apakah kamu punya unta?” “Ya” jawab laki-laki itu. “Apa warnanya?” tanya Nabi. “Merah”, jawabnya. “Apakah di antara anaknya ada yang berwarna hitam?” tanya Rasulullah. “Ya ada”, jawabnya. “Dari mana datangnya? Tanya Nabi. “Mungkin mirip dengan kakeknya atau pamannya.” (HR Bukhori 684 dan Muslim 1500).
Nah, dari penjelasan hadits diatas bisa disimpulkan bahwa keluarga ayah mewariskan fisik pada anak keturunan kita. Keluarga ayah disini tidak melulu ayahnya saja, tapi bisa jadi paman, kakek, buyutnya, atau keluarga lainnya. Jadi, jangan pernah berburuk sangka, apalagi hingga menuduh bahwa anak tersebut adalah hasil dari perzinahan. Allahua’lam bi showaab.

Loading...
Previous
Next Post »
loading...