Waspadai, Ini Dosa yang Terus Mengalir

Mungkin kita semua sudah tahu, bahwa ada amalan yang pahalanya tidak akan pernah terputus meskipun kita sudah meninggal dunia, sebagaimana dalam hadits yang artinya :
 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Apabila manusia meninggal, amalnya akan terputus, kecuali 3 hal: ‘Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya.’ (HR. Nasa’i 3651, Turmudzi 1376, dan dishahihkan Al-Albani).
Setelah mengetahui hadits diatas, tentunya kita harus lebih semangat dalam memanfatakan usia kita untuk mengejar pahala untuk bekal amal di hari kiamat.

Bagaimana dengan Dosa yang terus mengalir

Ternyata, selain amalan yang pahalanya terus mengalir hingga kita meninggal, ada juga dosa yang sifatnya sama. Dosa tersebut akan terus mengalir dan ditimpakan kepada seseorang meskipun seseorang tersebut tidak melakukan perbuatan tersebut atau sudah meninggal. Sungguh sangat mengenaskan nasib orang mendapatkan kucuran dosa tersebut.
Ternyata Allah tidak hanya mencatat amalan dan aktivitas yang dilakukan manusia, tapi juga dampak dan pengaruhnya terhadap orang lain, sebagaimana dalam firman_Nya berikut :
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)
Dari ayat diatas, kita bisa memahami bahwa amalan baik yang kita lakukan tidak hanya dicatat amalannya saja, tapi juga dampak dari amalan yang kita lakukan akan terus mengalir pahalanya. Sebaliknya jika kita melakukan amalan buruk/berbuat maksiat, maka kita akan mendapatkan dosa atas perbuatan maksiat tersebut dan dampak buruknya juga akan kita tanggung terus meskipun kita sudah meninggal.

Dosa-Dosa yang terus mengalir

Mengingat besarnya bahaya ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan umatnya agar berhati-hati dan jangan sampai terjebak dalam dosa ini. Diantara dosa-dosa yang membahayakan kita diakhirat adalah :

Menjadi pelopor perbuatan maksiat

Ketika kita melakukan perbuatan maksiat dihadapan orang lain, lalu ada orang yang mengikutinya, maka kita bisa dikatakan sebagai pelopor perbuatan maksiat yang akan mendapatkan kucuran dosa orang yang sudah mengikutinya. Hal itu sebagaimana dalam hadist dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang mengajak dan mengajarkan kesesatan

Orang yang mengajak atau mengajarkan kesesatan akan menanggung dosa, meskipun dia tidak melakukan perbuatan tersebut. Sebagai contohnya adalah : orang yang mengajarkan aliran sesat, orang yang membenarkan perbuatan yang sudah dilarang oleh Allah, dan lain sebagainya. Berikut ini firman Allah yang menggambarkan kondisi orang tersebut di akhirat kelak,
Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). (QS. an-Nahl: 25)
Semoga informasi diatas membuat kita lebih waspada dan dihindarkan dari perbuatan yang dosanya terus mengalir hingga di akhirat. Amiin..

Loading...
Previous
Next Post »
loading...